RSS Feed

Later? Stop saying that or…

You’ll be regret. Kayak gue. Sebelumnya udah gue ceritakan tentang kegagalan juga konsekuensi berat yang gue hadapi sekarang. Melakukan apa yang bisa dilakukan sekarang itu bakal lebih baik ketimbang menunggu dan menunggu. Bebannya bakal lebih besar kalo ntar.. ntar… dan ntar…

Sebenarnya dulu, gue masih punya kesempatan untuk memperbaiki kegagalan gue. Tapi gue selalu dalam mode “ntar aja”. Dan gue akhirnya melewatkan kesempatan itu dan sekarang jadi boomerang buat gue sendiri. Boomerang yang bukan gue tangkep dengan tangan tapi gue tangkep dengan jidat *plakks!!

Saat itu gue merasa lagi down. Down karena sesuatu yang not worthed to think. Love! Thats it. I ruin my life because my broken heart. Mantan pacar gue, my first love dan sekarang yang jadi calon suami gue (how ironic is that?! *sigh), dulu mematahkan hati gue yang lagi berbunga-bunga setaman-taman karena gue merasa he is the ONE! Peopleeeessss?? The one. And now he is almost the one. Hehe.

Tapi apa yang gue lewati setelah bertahun-tahun gue putus hingga balik lagi sekarang, its not a simple thing. And he know that (and regret it of course).  Kebiasaan gue yang “ntar” berawal dari patah hati gue yang pertama itu. Feels like everything falls down to the center of the earth! Ha! Gue terlalu larut dengan patah hati gue dan mengabaikan semuanya termasuk kehidupan akademis gue yang susah buat gue ulang lagi sekarang dan mencoba (sedikit) memperbaikinya membuat orang-orang yang gue sayang (parents and my boy) menunggu lebih lama dan feels miserly.

Gue bener-bener nyesel. Dan gue harap you guys (and girls, ofcourse), dont try this at home at your life. Mungkin rasanya saat sedang sedih, lagi ada masalah, jangan sampe mengabaikan sesuatu yang susah (atau mungkin nggak bisa) untuk diperbaiki di kemudian hari. Sebut saja sisi akademis dan hubungan dengan orang tua. Mereka (yang gue sebutkan sebelumnya), bakal menyelamatkan elo dari rasa “sesal” dikemudian hari. This is a true story from me. Because friends and love is unpredictable, tapi bekal ilmu dan kasih sayang orang tua? Nggak akan pernah ninggalin elo. It works *iklan-mode-ON*. Semoga ini bisa jadi sedikit nasehat buat elo yang baca ini semua dan nggak nyesal dikemudian hari dan berkata “Kenapa gue dulu gak bla-bla-bla”, karena itu percuma. Think about that again 🙂

Advertisements

About myalterstory

Just a "not-girl-not-yet-a-woman" that hopelessly need to escape from her crazy life. Duh!

Something to say? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: