RSS Feed

Married = lucky?

Yes, please. Pesen satu #eh. Married is all about lucky. Itu opini gue. Dimana nggak semua orang bisa merasakannya. Bahkan yang udah merid sekalipun. Nah loh? Bingung kan? Hehe. Ceritanya gini, gue dilamar pacar gue beberapa hari kemaren. Baru sama gue doank sih ngajak nikahnya, belom ngomong sama ortu gue. Bermula dari inilah kenapa opini gue soal merid = lucky terbentuk.

Coba bayangkan, ada yang merid begitu indahnya. Dengan seorang tercinta dan menikah karena cinta. Orang tua setuju tanpa banyak cingcong. Dan pula tanpa memikirkan biaya (bahkan kalo biayanya minim). Lucky bin perfect kan? Tapi bagaimana dengan pasangan yang menikah dengan kekurangan elemen-elemen yang udah gue sebutkan diatas? Nyesek bok! Ini juga yang gue rasakan saat ini. Bedanya, gue bakal nikah, and not married yet ow, tapi gue udah rasain rasa kurang beruntung begini. Permasalahannya ada di nyokap gue yang perfeksionis dan gengsi 7 lapis langit.

Permasalahannya cuma ada di strata pendidikan calon gue. Kalo gue udah selesai studi gue saat ini, jadilah gue satu tingkat lebih tinggi dari calon gue. And she (my mom) hates that. Gengsinya itu loh, nggak ketulungan. Padahal selain permasalahan itu, udah nggak ada yang perlu dirisaukan lagi. Calon gue, meski pendidikannya setingkat dibawah gue, dia udah punya pekerjaan yang mumpuni karena pekerjaannya adalah ikatan dinas yang bergengsi. Mana lagi doi udah bangun rumah. Doi juga sudah klaim ke gue kalo udah punya biaya untuk biaya nikah. Dan yang paling penting doi seiman dengan diriku. Lupakan yang lain kalo misalnya doi nggak seiman. Emoh gue. Hehe.

See? Dari semua yang dipunya dan dipersiapkan pasangan gue, strata pendidikan bukan sesuai yang esensial menurut gue. Tapi ego seorang mom bisa membuat hal-hal yang jauh lebih penting jadi nggak penting sama sekali. Ngerinya sebuah kesombongan *langsung-merinding*.

Kancrutnya lagi, keseriusan calon gue udah mencapai 99,9999999%. Bukannya gue bahagia, gue malah feeling hiks bin unlucky. My big day (or maybe its the doom day of  my love life – uggh!), rasanya bakal ada kejadian ajojing gonjang ganjing tarak-tak-tak-jedeeerr. Pasalnya, calon gue udah sebegitu seriusnya sampe dia nggak bisa tahan lagi. Menyelesaikan quest dari mom gue juga rasanya dia agak keberatan. Bukannya nggak mau sih, cuma masa nunggu 4 taon??! Kelamaannya katanya. Kebelet nih yey. Tapi kalo dipikir iya juga sih, kalo nunggu selama itu, gue pusing juga. 4 taon dalam ikatan nggak jelas bernama pacaran. Bukannya lebih cepat halal lebih baik? But my mom have her own opinion about it. Gue umur 30 aja nikah nggak masalah (eettdagghh busssset!!).

Dan sekarang, no body know, even my boy, kalo gue bingung luar biasa mau ngejelasin syarat gilanya mom. Gue sampe sering desak doi buat usaha naikin dikit itu titel pendidikan. Doi emang bakal usahain sih, mungkin sebelum menghadap secara official ke ortu gue, doi udah masuk kuliah. At least lah ya…

Rencananya sekitar tahun ini atau awal tahun depan si doi maju ke medan perang. Dan gue ngerasa bakalan ada psy war atau mungkin pertumpahan darah (gue disambit vas bunga sama mom misalnya, karena nggak kasi warning sama calon gue untuk nggak maju sebelum selesaikan quest beliau yang terhormat).

Dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pasangan lain, bisa jadi itu bentuk sebuah ke-tidak-beruntungan (seenggaknya menurut gue cwiiinnt). I’ve meet once, seseorang yang gue kenal begitu beruntung dalam pernikahannya yang baru beberapa bulan yang lalu. Seseorang yang gue kenal sebagai class-mate, yang pernah duduk sebangku dengan gue, she is pretty, smart, have a great job and also rich, begitu pula suaminya (not pretty, handsome getoh!). Waktu resepsinya, dia kayak putri yang ada di dongeng-dongeng meski pernikahannya bukanlah royal wedding yang tayang di tipi. Hehe.

Now i wish im lucky enough. Beruntung bisa merid dengan damai dan sentosa terutama dengan orang yang gue cintai dan mencintai gue juga. Meski saat ini aja udah keliatan bibit-bibit yang bikin nggak bakal berjalan seperti yang gue harapkan, gue masih berharap di detik-detik terakhir semestinya gue ditakdirkan merid ntar bakal indah pada saatnya *lagu bener dah* 😀

Advertisements

About myalterstory

Just a "not-girl-not-yet-a-woman" that hopelessly need to escape from her crazy life. Duh!

Something to say? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: