RSS Feed

Koyo is my best friend

Huahahahaha! Judulnya bikin gue ngakak sendiri. Habis kesannya tua bener gue, masih umur 25 tapi udah bergelut dengan dunia tempel menempel koyo. Hehe. Tapi nggak bisa dinistakan juga sih, koyo bukan monopoli orang-orang yang udah berumur hari gini. Anak muda jaman sekarang memiliki aktivitas yang seabreg-abreg. Pegal juga bukan sesuatu yang bisa dihindari dengan mudah kalo dalam kondisi seperti itu.

Pegal yang nggak terlalu berat memang bisa dihadang dengan istirahat dan vitamin yang cukup. Tapi gimana dengan rasa pegal yang sekate-kate sampe mau istirahat aja jadi nggak tenang karena rasa yang remuk sampe hati? Koyo-lah solusinya. Hehe.

Berawal dari paginya gue mesti geret motor gue dari rumah karena ban gembos yang baru gue sadar pas mau berangkat *dem*. Akhirnya, disiang bolong itu terpaksa gue geret, sendiri, panas, dan menempuh lebih dari 500 meter dari tambal terdekat dari rumah gue. Kalo jalannya mulus kayak muka artis sih nggak masalah lah ya. Tapiiiii, jalan yang gue tempuh rusak bolong-bolong, naik tanjakan pula! Sip dah.

Begitu sampai di tambal ban, muka merah, ngos-ngosan dan langsung menenggak segelas es kelapa yang kebetulan di jual didekat situ. Sedep coy. Berasa di surga. Nah, sehabis perkara ban motor gue diperbaiki dengan menelan biaya 45ribu karena mesti ganti ban dalam dengan alasan pentilnya udah rusak *hiks*, gue melanjutkan lagi kegiatan gue yang sempat tertunda oleh adegan ban gembos, gue meluncur ke kampus, sekedar cari informasi dan nongkrong di workshop komputer.

Begitu nongol disana, sudah langsung ditodong bikin web untuk informasi penggunaan hotspot dikampus. Well, okeh then. Sebagai tim riset dan pengembangan disitu, gue sih okeh-okeh aja, tapi nyatanya bikin gue duduk hampir 1 jam statis. Haha. Begitulah kalo keasyikan kerja, malah menambah kemungkin buat pegel akut. Kemudian setelah itu seabrek-abrek kerjaan rumah begitu gue pulang, maklum, dirumah nggak ada pembantu, jadi gue merangkap anak sekaligus inem pelayan ndableg #eh

Walhasil, semalem gue pegel luar biasa. Nggak bisa dibawa tidur, jadi gue baluri dengan minyak angin aromaterapi yang katanya cukup dioles 8 kali. Nggak mempan juga, jadi gue pesen sama babeh koyo sembari beliau pulang dari lemburnya. Belom nyampe si koyo, gue udah sukses molor duluan. Barulah di pagi harinya, badan gue kesempatan di tempeli koyo hampir di sepuluh titik, plaaakks, maknyuuuusss…

Advertisements

About myalterstory

Just a "not-girl-not-yet-a-woman" that hopelessly need to escape from her crazy life. Duh!

4 responses »

  1. Aku kalo pegel-pegel biasanya mandi air panas trus bawa tidur. Malemnya kadang minum susu jahe supaya lebih rileks. Beuhhh…

    Kemaren aku baru aja nempelin koyo ke salah satu temen. Belom pernah sih pake koyo kapan-kapan mau ah! *cita-cita yang aneh*

    Reply

Something to say? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: