RSS Feed

Bujuk rayu paling memuakkan sedunia

Yes, perasaan gue rasanya dianggap kayak yoyo oleh orang-orang terdekat gue yang bisa dibujuk dengan mudah sewaktu perasaan gue lagi di posisi bawah. Dan yang paling kentara belakangan ini justru dari orang-orang yang luar biasa dekat dengan gue (mentally), guess who? My mom again, yes, plus pacar gueeeeeeeeeehhh. Haa! *mumet.

Entah apa yang ada dipikiran kedua orang ini, rasanya gue udah muak di bujuk rayu begitu gue udah ngambek, males ngomong karena kelakuannya. Mom? Dipikirnya bisa beli perasaan gue dengan uang. Tiap kali gue ngambek, gue mogok ngomong terutama setelah gue beradu argumen yang selalu diakhir dengan kekalahan mutlak dipihak gue, beliau selalu yang disodorkan adalah uang buat menghibur hati gue. Hhh. Sinetron itu nggak sepenuhnya fiksi cuy *liat mom.

Did she understand? Doi tau gue udah bisa cari kerja, meski gue belum lulus kuliah, gue sempat coba beberapa kerjaan freelance sampe ikutan beberapa proyek dari dosen yang ada upahnya, gue bisa nyari duit sendiri. Rasanya harga diri gue jatuh digituin mom. Ngambek gue bisa dibeli pake duit? Segitu matre-kah diri ini di depan ibu sendiri? Ketenangan hati nggak bisa dibeli dengan uang. Pengen rasanya gue teriak “Keep your money, bitch! I dont need that!“. Kalo memang setelah berantem justru ngebujuk gue, kenapa nggak jaga mulut aja dari awal yang bikin jadi debat kusir karena hobby mom yang ngomel berakar kemana-mana kayak eceng gondok. Satu masalah sepele yang muncul bisa jadi tersangkut ke masalah yang lain bahkan yang sudah bertahun-tahun sebelumnya. Kadang ajaib banget masih bisa inget dengan detil, padahal kalo menyangkut tanggal lahir gue aja mesti tanya gue dulu =____=”

Kedua, pacar. Entah kenapa sikap cueknya makin hari buat gue makin muak. Gue benci kalo cuma gue terus yang hubungi dia duluan untuk mulai komunikasi, gue benci kalo harus mikir apa gue beneran ada buat dia. And tonite, gue ngambek dengan sukses. Gue lagi muaaallleeess hadapi cueknya yang udah stadium 4 itu. Nyawa kesabaran gue udah kecabut sampe tenggorokan, tinggal tunggu dicabut sampe ubun-ubun aja rasanya. Jadi terserah aja, gue nggak peduli. Elu aja bisa segitu cueknya, kenapa gue nggak?

And here we goes, begitu gue udah muak mode on. Kadar cueknya jadi turun drastis, sempatin nelpon pula. Bangke deh. Apa mesti gue ngambek dulu baru diperhatikan lebih? Dan bujuk rayu via telpon, sepertinya dia tau kelemahan gue di suara, gue cepet luluh gue akui. Beberapa kali begitu dan semuanya jadi berakhir baik-baik aja. Whats?!

Selama setahun lebih kami putuskan buat balikan lagi dan lebih serius, kadar kemuakan gue sering diusik dengan kronologi-kronologi kayak tadi. Dan gue ngerasa mirip anak kecil yang begitu mulai nangis dibujuk dengan lollipop. This is exhausting šŸ˜¦

Gue kadang bingung dengan sikap orang-orang terutama dua orang diatas. Sebenarnya bisa kok menghindari perseteruan dengan gue, melihat muka jutek gue. Stop act like that before its annoy me then! Rasanya ini orang nggak pernah mikir akibat yang dilakukan. Kalo peduli dengan seseorang, harusnya mikir yang dilakukan sebelum bertindak apa berdampak nggak enak buat orang yang kita pedulikan? Ada bad impact-nya nggak? šŸ˜¦

Dan yang paling sakit dari semua nggak ada ke-(sengaja-ato-nggak)-pedulian ke gue adalah ternyata lebih sakit dampaknya begitu dilakukan orang yang gue sayang dan gue pedulikan. Hurt so much ketimbang musuh yang melakukan. Hiks!

Advertisements

About myalterstory

Just a "not-girl-not-yet-a-woman" that hopelessly need to escape from her crazy life. Duh!

2 responses »

  1. Bingung mau komen apa tp bisa ngerti. Org2 paling deket itu emang biasanya paling nyakitin šŸ˜Š

    Reply

Something to say? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: