RSS Feed

Jam 6, pengennya terbangun disini atau disana

Posted on

Saat pertama kali nulis post ini (sorry to say kalo ini ngepostnya dari sebuah draft. hehe), gue sedang pengen ke suatu tempat yang nuansanya syahdu. Dan suatu tempat bakal bernuasa lebih syahdu begitu jam 6 pagi, begitu menurut gue. Dimana mentari baru menunjukkan semburatnya, jadi nggak terlalu gelap seperti malam, tapi juga nggak kesiangan (katakanlah jam 7, paparan sinar udah cukup kuat menurut gue, dan hal itu seperti jadi alarm tersendiri buat gue wake-up lahir batin untuk menjalani hidup di sepanjang sisa hari).

Sekarang gue lagi ngebayangin, menempuh perjalanan ke suatu tempat dan tiba di sana pukul 6, gue tidur-tidur ayam (jiiiaahh emang ada gitu tidur ayam? :p ), entah itu di dalam mobil, apa diboceng seseorang (misalnya pacar/suami-wanna-be, atau seorang teman-gue-lebih-prefer-cewek-ya, yang sama gila-baik-itu-kelakuan-selera-dan-cara-berpikir-kayak-gue. hehe). Lokasinya, non? Mungkin ke sebuah bukit dipinggiran kota atau bukitnya di pinggir pantai dimana gue bisa memandang kebawah, atau ke pantainya sekalian, duduk di pasirnya, menatap nanar horizon kayak di sinetron. Haha. Atau berjalan di pinggiran peron stasiun kereta yang masih sepi. Dan juga mungkin nongkrong di McD sambil seruput teh hangat sambil ditemani sepotong hot pancake. Mmmmm… Sounds so calm.

Gue sedang mencari ketenangan, pengennya gitu. Mencari udara segar diantara segala macam keruwetan hidup gue yang entah kenapa rasanya ada di segala aspek kehidupan gue. Gue nggak lagi menyesali hidup gue sih, lah wong hidup = masalah kok, kalo nggak mau masalah yo wes matek bae, beres! *ditimpuk.

*self-monolog
Q : Eh, elu muslim kan, non?
A :Yup.
Q:Nggak coba sholat tahajud buat menghilangkan gundah gulana?
A:Mmmm, i’ve done that kalo gue lagi gundah gulana dan pengen curhat atau bahkan protes sama pemilik alam semesta. Masalahnya, suasana jam 6 yang gue maksud, gue bukan sedang gundah gulana karena suatu masalah tentunya. Buat gue, begitu ada masalah, gue lebih baik menyelesaikannya meski berdarah-darah (dalem hati sih kebanyakan), bukan take my time for something that wont get rid that problem.

Entah apa istilahnya perasaan gue sekarang. Yang jelas gue sedang pengen sebuah suasana tenang, cuma buat merenung, melihat kembali jalan yang sudah gue tempuh selama gue berlari. Dan selama gue berlari, gue jarang nengok ke belakang. Gue pengen melihat kembali tiap inci perjalanan hidup gue, entah itu yang cuma bisa gue sesali, gue syukuri, dan bisa buat gue tersenyum begitu mengenangnya.

Ya, tempat-tempat yang tadi coba gue sebutkan itu, ditambah dengan jam 6, pasti pas banget dengan perasaan semacam itu. Tapi sekarang gue belom bisa (saat gue nulis postingan ini), gue masih harus berjibaku, dibanting, di-streching, dan dicakar-cakar keadaan. Haha.

Semoga someday, gue bisa mendapat timing seperti yang gue idam-idamkan dalam tulisan ini.

Advertisements

About myalterstory

Just a "not-girl-not-yet-a-woman" that hopelessly need to escape from her crazy life. Duh!

8 responses »

  1. Kamu pasti bisa. Semangat

    Reply
  2. Gak nyontek gak asik haha

    Reply
  3. suatu saat pasti tuhh.. Tinggal tunggu tanggal mainnya aja..

    Reply
  4. Kamu romantis yaaaa. Gue selalu merasa orang2 yang suka memilih tempat syahdu itu pasti romantis.
    Duduk sambil ditemenin kopi anget, mikirin sesuatu pake pikiran jernih.
    Katanya “The darkest hour is just right before dawn” makanya jam 6 pagi itu saatnya darkest hournya ilang. =)

    Reply

Something to say? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: