RSS Feed

Pengorbanan buat gue (part2/end)

Posted on

Weeeeks. Kok gue agak nggak rela yah mencantumkan kata end di judul postingan gue yang ini. Hehe. Kesannya habis ini si mr.big nggak mau berkorban lagi gitu ke gue, the end. Haha. Yah, maksud gue the end cerita pengorbanannya bulan mei di tahun ini. Semoga masih ada pengorbanan berbuah kejutan manis buat gue, hope so 🙂

Ceritanyaaaaahhh, begitu ketemu hari selasa (doi nyampe rumah hari senin), gue langsung bales dendam dan diapun nunut aja dengan apa yang udah gue ancem sewaktu doi masih di perjalanan : CUBIT! Gue saking gemesnya cubit pipinya keras-keras, eh gue yang mewek. Haha. Dia cuma cengengesan aja elus-elus pipinya yang pastinya sakit (keliatan merah ya? Kagak, doi kan item tarakdungces *ngoahahaha).

Perasaan gue campur aduk, antara terharu, bahagia, seneng bukan main, takjub sampe masih kesel sama kelakuan konyolnya yang doi banggakan. Dan gue dengan mata masih berkaca-kaca nggak mampu buat ikutan nyengir setiap kali pandangi senyumnya. Bikin meleleh ceu! Hehe.

Mungkin ada semenit gue menatap dirinya setelah gue bully dirinya dengan cubitan. Gue kangen. Dirinya yang ngerti gue tatap gitu berkata sambil nyengir “Udah kan kadonya?”. Hahaha. Uwooohhh beibii. I am speechless dibuatnya 😳

Gue diajak makan ditempat biasa kami nongkrong. Well, makan-makan cuma side dish-nya, kebanyakan ya ngobrol dan kangen-kangenan. Banyak yang kami obrolkan, dan diantaranya soal sesuatu yang agaknya nggak enak diomongin via telpon (enak sih menurut gue, tapi rasanya kurang nendang), apalagi kalo bukan soal pernikahan dan rumah tangga. Mulai dari A sampe Z kami mencoba untuk menyamakan presepsi (but then i found we already in the same track, yeaaaayy), dari mulai rencana sebelum nikah, gimana kerjaan ntar, soal keuangan sampe soal anak. Ngoahahaha. Yang soal terakhir, its too early for us i guess. Tapi kami nyante aja dan rasanya terlarut dalam omongan soal itu (dan seringnya berakhir dengan kata-kata dia “Gampaaanng, kan entar emaknya yang ajarin”. Haha).

Dan minggu depan dia pulang, balik ke pulau tempatnya bekerja. Dan kondisi kami balik lagi kayak sebelumnya, LDR. Gue nggak tau bakal berapa lama lagi kayak gini, setahun? Dua tahun? Gue cuma bisa berharap, tahun depan dapet kejutan manis lagi (sebagai seorang calon nyonya. haha), atau 2-3 tahun ke depan dapet early breakfast in bed birthday suprise. Ngoahahaha *ngarep.tapi.ammmiinn* 😆

Advertisements

About myalterstory

Just a "not-girl-not-yet-a-woman" that hopelessly need to escape from her crazy life. Duh!

16 responses »

  1. Aku terharu baca ini Non…
    Kamu yang tabah LDR nya yah. =)
    Love like that is worth the wait, sweetie.
    Aku juga dulu LDR 2 tahun… Aku pernah nggak ketemu Bandi selama 1 setengah tahun tau gak? AKu tau rasanya LDR nggak enak, tapi kalau emang kamu tau itu worth it, harus dijalanin dengan ikhlas. =)
    Cup cup!

    Reply
    • Aaaiihhh, 1,5 tahun?? Mana tahaaaaannn… Huhuhuhu… Makasi supportnya mbak maaaayyyy *peluuukk*
      All i know is he worthed to wait (and lucky me, he wait for me too ^^)

      Reply
  2. Semangattttt yang LDR, aku jg mantan ldr koq. Nyebelin bgt pas jauh2an gitu tetepi selama semuanya ok, pasti bisa. Semoga bs segeraaaaaaa sama2 ya

    Reply
  3. huhuhuuhuhu semangat for both of you yaaa geng LDR semangatt!!!

    Reply

Something to say? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: