RSS Feed

Holding back my self while writing, is it bad?

Posted on

Apa buruk kalo semisalnya menahan diri saat menulis opini/curhat tentang suatu hal? Biasanya gue nahan diri dan lebih memilih opsi untuk menyimpan sementara tulisan tersebut ke dalam draft untuk kemudian gue review lagi sebelum posting ke blog. I used to be spontaneous, baik dalam ngomong ataupun berbuat. No wonder kadang kebanyakan orang di sekitar gue kaget dengan sikap gue, kaget kagum sampe kaget sebel. Hehe.

Tapi untuk tulisan, i often hold it back. Rasanya gue lebih memperhatikan apa yang gue tulis berdampak jelek ke orang lain, terutama tulisan gue yang cuma opini, bukan karya ilmiah apalagi tutorial. Tulisan semacam curhat, suka atau ketidaksukaan terhadap seseorang atau sesuatu, tentang sebuah pemikiran aneh yang bergelanyut di sudut kepala yang nggak berat sih cuma kadang ganggu.

Cerita-cerita tentang opini mungkin kedengarannya sepele yah, toh cuma opini gini. Tapi pernah nggak baca opini yang benar-benar menyentil apa yang kita yakini (bukan soal agama loh ya, lebih kearah soal sosial ataupun sesuatu selain agama) terlebih lagi kalo sempat debat geje dengan si empunya opini? Bete pastinya, mau nggak mau, meski kadar dan lama ke-bete-an seseorang beda-beda. Emangnya kenapa? Toh cuma sekedar bete, dan beda opini itu biasa. Tapi ganggu ceu! Gue pernah ngalami kayak gitu, yang nulis opini kok ya seenak udel sendiri (#oops) dan nge-judge banget tanpa mau bersimpati dengan orang yang berseberangan opini didalam tulisannya. Gue yang males banget ber-konfrontasi untuk sesuatu yang cuma opini jadi males komen. Naas-nya, yang tertinggal di gue adalah pikiran bete yang menguras energi positif gue hari itu, nggak ganggu sih karena hari itu gue nggak punya agenda khusus untuk konsentrasi terhadap sesuatu dan bad mood bisa merusaknya.

And thats why, gue sering nahen diri ketika menulis opini. Gue kebayang gimana opini gue yang cuma sekedar opini mungkin bisa merusak (well, meskipun sedikit) momen penting seseorang. Alhasil, di semua blog yang gue punya, draft-nya bejibun. Saat sedang senggang (menunggu jadwal atau yang lain) gue sering nulis apa saja yang terlintas dipikiran gue, cara pandang gue terhadap sesuatu ataupun berita (buruk atau baik) dari keseharian gue.

Seperti misalnya saja sekarang, big 3 draft yang gue gatel pengen post dan share dengan semua : Soal prenup yang selintas sudah gue omongin sama mister big, gue draft itu postingan karena pikir “it’s to early to talk about that, gue pikir sampe 2-3 tahun kedepan gue masih belom punya rencana matang merid – insya allah dengan mr.big dan urus ini itu bareng keluarga besar”. Trus soal Attention Disorder dan Autis, lagi-lagi cuma draft, habis topik ini agaknya sensitif bener kalo dibawakan dengan hanya berlandaskan opini meski isinya hanya curhatan gue soal attention disorder yang (kayaknya) gue alami. Dan soal-menyoal tentang curhat yang annoying serta batasannya (dalam aturan menurut gue), draft ini masih gue tahan karena kok ya gue seperti memberi batas garis apa dan gimana orang lain bisa curhat ke gue, parahnya gue cerita disini takutnya berdampak gue “sombong banget nggak mau dicurhati” oleh teman-teman disini, padahal sih ini menyoal orang-orang diluar blog ini yang kadang “ngeganggu” banget curhatnya.

Ini blog gue sendiri, seharusnya gue feel free apapun yang gue pengen tulis disini kan yak? Tapi menurut gue, nggak ada kebebasan absolut, setiap kebebasan masih terikat sebuah kewajiban meski ukurannya kecil. Dan menulis blog buat gue punya kewajiban untuk mengedukasi pembaca ke arah yang lebih baik *IMHO*, tapi ya itu deh, gue jadi keseringan menahan diri saat menulis sesuatu dan mencari cara supaya tulisan gue bisa win-win solution buat semua orang yang pro ataupun kontra dengan tulisan gue, biar efek “feeling guilty” sehabis baca tulisan gue bisa berkurang tapi tetap maksud tulisan gue tersampaikan.

Tapi tapiiiiiiiiiiiii.. jujur gue sebel mesti “holding back my self”, kadang berasa its not me banget gitu *hayaaahh :/

Advertisements

About myalterstory

Just a "not-girl-not-yet-a-woman" that hopelessly need to escape from her crazy life. Duh!

3 responses »

  1. emang bener sih mba. ini blog kita, so, suka-suka kita, kan..?
    tapi yang kadang bikin greget mau post atau ngga tuh kalo kita ngga suka sama someone kemudian kita tulis lah some bad things. apabila suatu saat orang itu membacanya kan ngga enak juga tuh~

    Reply

Something to say? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: