RSS Feed

Why, can’t i?

Kadang suka berasa iri kalo liat orang lain sebegitu sayangnya sama ibunya sendiri. Selalu bertanya dalam hati, why can’t i? Iya, gue nggak sayang sama ibu gue sendiri. Gue berasa jadi anak paling durhaka sedunia. Tapi buat gue, suka nggak suka sama orang itu ibarat hitam sama putih, nggak ada abu-abunya, kalopun ada keliatan abu-abu, well itu karena gue sekedar sopan atau ada maunya (jujur banget dah gue).

Sering gue mikir gue yang salah. Terlalu pembangkang. Tapi seiring dewasa gue ngerasa nggak suka dikekang, nggak suka di dikte, dan paling nggak suka ide dan eksistensi gue sebagai manusia seutuhnya dilecehkan. Sorry to say kalo ternyata semua yang nggak gue suka dilakukan oleh ibu gue sendiri. Gue sendiri heran kenapa sifat gue begitu bertentangan dengan seseorang yang darahnya ada di dalam badan gue. Sering kepikiran apa gue ini anak pungut apa gimana gitu, tapi melihat akte sama surat nikahnya ortu rasanya impossible pikiran-pikiran gila gue terjadi beneran.

She is dictator, puppeteers-wanna-be, and also arrogant person. Jahat ya gue menilai ibu sendiri kayak gitu? Nope. Gue ngomong bukan atas dasar gue anak teraniaya, gue ngomong atas dasar psikologi umum perilaku which one is good or bad. Soalnya bukan gue doang yang merasa demikian, 2 other members of mine juga merasa demikian ya demikian. Jadi menurut gue, gue nggak sepenuhnya gila karena nggak mungkin sampe ada 3 orang yang gila dengan hal yang sama.

Entah apa yang dipikiran beliau seringnya bertindak dan berucap nggak menyenangkan buat gue pribadi sebagai manusia. Apa karena rasa begitu memiliki gue makanya beliau bebas bertindak, berucap dan memerintah semaunya tanpa mikirin perasaan dan hati gue in personal as a human being? Seingat gue dari sejak adek gue udah bisa jalan dan orang tua gue sering berantem, gue selalu mencium rasa kecewa beliau terhadap rumah tangga beliau sendiri, but she cant go anywhere anyhow.

Kalo di dalam sinetron mah, kalo ortu udah mau pisah, kedua pihak bakal berebut perhatian anak-anaknya. Nah, gue? Boro-boro disayang, one day beliau pernah bilang gara-gara anaknya beliau nggak bisa pisah dari “hantu blauk” a.k.a suaminya sendiri yang (menurut beliau sendiri) udah bikin hidupnya nggak nyaman, berantakan dan nggak seharmonis rumah tangga orang lain.

Gue waktu itu sih ngerespon ya nggak perlu repot-repot juga kale nyalahin gue atas ketidakbahagiaan beliau. Kalo mau pergi ya pergi aja, no ones like her anyway (jahat gue). But she insist that we couldn’t life without her. She feels like she is the only one who able to maintain this home. Ya waktu gue kecil ya pastilah ya gue nggak bisa, nah sekarang gue seumur ini, apa lagi yang beliau tunggu sebenarnya? Curiganya sih beliau yang nggak bisa kalo nggak ada kami (ge-er).

Gue sampe seumur (yang temen gue aja udah punya anak dua!) gini masih loh dimarahi kayak anak kecil yang dapet panggilan dari sekolahnya, cuma karena hal sepele kayak nggak bersihin rumah padahal beliau tau gue lagi ngerjain tugas dari kampus, berkubang dikamar begadang cuma merem 4 jam sehari dan nggak ada waktu sama sekali bahkan buat mandi! She knows that exactly. Tapi dengan cantiknya ngomel seakan-akan gue penjahat dunia yang pastinya seumur hidup nggak pernah bantuin ibunya beres-beres rumah. Gue cuma saat sibuk aja nggak pedulian soal kondisi rumah mau bersih apa nggak, selain itu, gue bukan penyampah yang senang berkubang dengan sampah, gue cuma terpaksa jadi penyampah di suatu waktu gue sibuk nggak bisa ngapa-ngapain dan. Selama gue ngejar sesuatu dan itu nggak bisa diulang bin berakibat fatal, gue nggak peduli soal lain yang masih bisa ditunda apalagi hal itu masih bisa dikerjakan orang lain (pembantu misalnya, but well, we dont have on cause we dont have a money to pay them). Mestinya beliau support soal itu juga dong. Apalagi tugas gue seumur hidup dikeluarga gue nggak ada yang bisa bantu, disiplin ilmu yang benar-benar berbeda dan nggak cuma sekedar nulis hapal copy paste.

Gue bingung mau jelasin gimana sadisnya perkataan ibu gue menghina-dina nama gue diluar kamar gue waktu itu. Why her? Kenapa cuma beliau yang ngomong begitu ke gue? Seakan ditiap ucapan beliau, gue ini anak yang bangke banget, yang mendingan gue nggak ada di dunia ini. Gue jadi tantrum. Tugas yang harusnya gue selesaikan jadi nggak gue pegang lagi. Gue ngamuk dikamar. Dan dengan muka bersalahnya beliau mencoba menerobos masuk ke kamar lewat jendela gue dan minta maaf.

That’s why i hate her even more. Ini bukan kali pertamanya gue tantrum dengan masalah sepele yang sama dan di waktu genting yang sama. Gue murka, dan parahnya dengan ibu gue sendiri. Kenapa sepertinya beliau selalu mengambil waktu yang salah buat konfrontir gue, disaat gue sedang mepet kepepet dengan tugas dan kerjaan gue dan saat menjelang deadline. Feels like she had a special radar about it dan minta maaf dengan mudahnya.

Wow! Seperti hati gue langsung sembuh aja begitu beliau minta maaf. Gue benci orang yang terus minta maaf setelah berbuat hal yang sama. Why you dont make a same mistake rather than asking a bullshit apologize, then? Berasa dipermainkan, direndahkan dan dianggap gampangan? Sudah tentu.

Thats why deep in my heart, feel like its hard to love her. All my life, what i have for her isΒ  just a thanks to her for giving me a born, living this whole shit without any choise of being “ME”. A real me as human being, a normal one.

And what ever your reaction about this, i dont care. No one knows other pain exactly, because we are not living in the same body and seperated by different soul giving by the mighty God.

———–***———–

Advertisements

About myalterstory

Just a "not-girl-not-yet-a-woman" that hopelessly need to escape from her crazy life. Duh!

2 responses »

  1. I read this and I felt like crying. I remember my mom. She used to shout at me too, when she was angry with her life. I told her she verbally abused me, but she asked me to be grateful because I was at home, not lying in the street.
    Isn’t providing a house parents’ job??? If I am such a burden why do you have children anyway?
    I don’t know why I’m saying this to you. I used to hate my mom too. She did so many things that hurt me. I left house when I was 18 and it turned out to be the best decision I’ve ever made. Our relationship got better when we’re apart.
    There are A LOT of bad quality in her, but goddammit she’s my mom.
    Well she might be responsible for my mental issues… I was sceptic about marriage, love and all the good things, I had and still have trust issues… But this is my life and ONLY ME can fix this. πŸ™‚
    I hope you’ll be fine soon πŸ™‚

    Reply
    • Wow, thanks for telling me this… Doesnt mean to feel happy for it, its a bad thing of course and nobody want it happened in their life. But when i feel those feeling so intense, i also think that im the only one who got something like that in this world. Especially when i ask people around me about their opinion of their mom, its so beautiful and makes me so sad to think “why me”, i want to feel it too but i cant. I’ve feel better anyway, thanks πŸ™‚

      Reply

Something to say? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: