RSS Feed

Holding back my self while writing, is it bad?

Posted on

Apa buruk kalo semisalnya menahan diri saat menulis opini/curhat tentang suatu hal? Biasanya gue nahan diri dan lebih memilih opsi untuk menyimpan sementara tulisan tersebut ke dalam draft untuk kemudian gue review lagi sebelum posting ke blog. I used to be spontaneous, baik dalam ngomong ataupun berbuat. No wonder kadang kebanyakan orang di sekitar gue kaget dengan sikap gue, kaget kagum sampe kaget sebel. Hehe.

Tapi untuk tulisan, i often hold it back. Rasanya gue lebih memperhatikan apa yang gue tulis berdampak jelek ke orang lain, terutama tulisan gue yang cuma opini, bukan karya ilmiah apalagi tutorial. Tulisan semacam curhat, suka atau ketidaksukaan terhadap seseorang atau sesuatu, tentang sebuah pemikiran aneh yang bergelanyut di sudut kepala yang nggak berat sih cuma kadang ganggu.

Cerita-cerita tentang opini mungkin kedengarannya sepele yah, toh cuma opini gini. Tapi pernah nggak baca opini yang benar-benar menyentil apa yang kita yakini (bukan soal agama loh ya, lebih kearah soal sosial ataupun sesuatu selain agama) terlebih lagi kalo sempat debat geje dengan si empunya opini? Bete pastinya, mau nggak mau, meski kadar dan lama ke-bete-an seseorang beda-beda. Emangnya kenapa? Toh cuma sekedar bete, dan beda opini itu biasa. Tapi ganggu ceu! Gue pernah ngalami kayak gitu, yang nulis opini kok ya seenak udel sendiri (#oops) dan nge-judge banget tanpa mau bersimpati dengan orang yang berseberangan opini didalam tulisannya. Gue yang males banget ber-konfrontasi untuk sesuatu yang cuma opini jadi males komen. Naas-nya, yang tertinggal di gue adalah pikiran bete yang menguras energi positif gue hari itu, nggak ganggu sih karena hari itu gue nggak punya agenda khusus untuk konsentrasi terhadap sesuatu dan bad mood bisa merusaknya.

And thats why, gue sering nahen diri ketika menulis opini. Gue kebayang gimana opini gue yang cuma sekedar opini mungkin bisa merusak (well, meskipun sedikit) momen penting seseorang. Alhasil, di semua blog yang gue punya, draft-nya bejibun. Saat sedang senggang (menunggu jadwal atau yang lain) gue sering nulis apa saja yang terlintas dipikiran gue, cara pandang gue terhadap sesuatu ataupun berita (buruk atau baik) dari keseharian gue.

Seperti misalnya saja sekarang, big 3 draft yang gue gatel pengen post dan share dengan semua : Soal prenup yang selintas sudah gue omongin sama mister big, gue draft itu postingan karena pikir “it’s to early to talk about that, gue pikir sampe 2-3 tahun kedepan gue masih belom punya rencana matang merid – insya allah dengan mr.big dan urus ini itu bareng keluarga besar”. Trus soal Attention Disorder dan Autis, lagi-lagi cuma draft, habis topik ini agaknya sensitif bener kalo dibawakan dengan hanya berlandaskan opini meski isinya hanya curhatan gue soal attention disorder yang (kayaknya) gue alami. Dan soal-menyoal tentang curhat yang annoying serta batasannya (dalam aturan menurut gue), draft ini masih gue tahan karena kok ya gue seperti memberi batas garis apa dan gimana orang lain bisa curhat ke gue, parahnya gue cerita disini takutnya berdampak gue “sombong banget nggak mau dicurhati” oleh teman-teman disini, padahal sih ini menyoal orang-orang diluar blog ini yang kadang “ngeganggu” banget curhatnya.

Ini blog gue sendiri, seharusnya gue feel free apapun yang gue pengen tulis disini kan yak? Tapi menurut gue, nggak ada kebebasan absolut, setiap kebebasan masih terikat sebuah kewajiban meski ukurannya kecil. Dan menulis blog buat gue punya kewajiban untuk mengedukasi pembaca ke arah yang lebih baik *IMHO*, tapi ya itu deh, gue jadi keseringan menahan diri saat menulis sesuatu dan mencari cara supaya tulisan gue bisa win-win solution buat semua orang yang pro ataupun kontra dengan tulisan gue, biar efek “feeling guilty” sehabis baca tulisan gue bisa berkurang tapi tetap maksud tulisan gue tersampaikan.

Tapi tapiiiiiiiiiiiii.. jujur gue sebel mesti “holding back my self”, kadang berasa its not me banget gitu *hayaaahh :/

Entertainment itu mengerikan, beb!

Posted on

Based on my point of view, perubahan perilaku dari jaman ke jaman sangat besar dipengaruhi oleh sesuatu yang bernama “entertainment” atawa yang dalam bahasa indonesia yang baik dan benarnya adalah hiburan. Ih non, omongan elu pasti bakal berat nih. Hahaha. Nggak juga sih, pemikiran gue yang satu ini udah lama mojok di sudut otak gue yang semerawut. Terlebih lagi karena gue mulai merasa ada jarak yang renggang banget antara gue dengan adek-adek sepupu gue yang sebut aja masih SMA sampe kebawah. Jaooooooh. Bukan cuma jaoh umurnya, tapi juga jaoh budaya dan pergaulannya.

Nggak jarang kalo misalnya mr.big pulang, saat kita jalan-jalan, ada aja bagian yang mengomentari kelakuan “anak jaman sekarang” yang berakhir dengan gumaman kami berdua “kita sudah tuaaaaaaaaaaaa” *ngakak. Banyak sekali kebiasaan yang anak jaman sekarang lumrahkan, tapi bagi kami, saat seumuran mereka, never have a guts to doing that, kagak berani, dan juga kagak bisa karena fasilitasnya beda jauh. Mau nyebutin apa aja satu-satu juga bakal bikin ini postingan panjang banget.

Apa yang terjadi menurut gue adalah sebagian besar salah entertainmet. Kenapa bisa begitu? Kebanyakan hiburan mengajarkan sesuatu yang nggak lumrah menjadi lumrah. Salah satunya, well, ini juga yang bikin gue kepikiran buat nulis ini karena sewaktu menikmati lagu dari One Direction di salah satu aplikasi radio streaming di hape, ngeliat cover album yang (masya allah deh), nakal bener, pake naik-naik booth telpon gitu. Iya sih, nyeni banget fotonya, artistik, tapi sasaran utama penggemar One Direction kan remaja tuh, nggak takut apa ngajarin yang jelek kalo adegan merusak properti umum itu lumrah? Hadeh bener deh. Sayang lagunya ear-cathy, coba kalo kagak, udah pindah channel gue. Gue nggak cuma ngomong soal mereka aja sih, banyak artis yang kayak gitu. Heboh, seru, tapi rasanya kurang memperhatikan edukasi ke masyarakat karena mereka publik figur.

Terus, yang parah lagi, acara gosip. Kadang gue angkat tangan deh kalo jadi berdebat kusir sama nyokap yang nggak mau pindah channel tipi, karena pilihan gue mendingan nonton berita beneran sekalian ketimbang yang abal-abal. Menurut gue, acara gosip itu kebanyakan beritanya ya nontonin deritanya orang. Dan gue juga curiga pelaku hiburan endonesyah terpaksa melakukan sensasi yang (kebanyakan) bawa dosa dan mudarat ketimbang manfaat bagi dirinya, terlebih lagi bagi penonton yang kita nggak bisa kontrol apa mau ditiru apa nggak.

Apapun yang ada di entertainment menurut gue terkadang “memaklumkan” apa yang sebelumnya kurang bisa di maklumi. Dan menurut gue itu lebih banyak mudaratnya, berasa jadi kayak degradasi budaya dan perilaku. Gue nggak munafik juga kalo sebenarnya gue pun udah mengalami transisi itu. Terbukti sering kalinya orang tua geleng-geleng dengan perilaku gue yang menurut gue wajar aja tuh di angkatan umur gue. Memang sih transisi ini nggak sepenuhnya salah entertainment, tapi tentunya jadi salah satu penyumbang perubahan tersebut. Well, pikirin sendiri aja gimana kalo selama ini nggak ada entertainment (selain jadi nggak ada hiburan praktis tentunya). In the end, this is just my own honest opinion 😉

Istiqomah berjilbab, haruskah dipamerkan?

Posted on

Kepikiran akan hal ini gegara ada temen (he also mr.big’s friend) komen soal postingan meme soal hijab/jilbab di facebook-nya mr.big. Gue ikutan komen respon meme-nya kalo jilbab itu ya kayak foto profile gue. Eh, si temen ini langsung sewot menyoal istiqomah gue. Why? Karena foto lama gue yang masih belom beres pake jilbabnya masih ada di beberapa album foto facebook gue, and also foto profile gue di whatsapp.

Hell yeah! Gue bencik sebencik-benciknya soal orang yang mengomentari kadar keimanan orang lain untuk sesuatu hal yang sepele. Who is them? God? And even god never tell the whole world about my faith. Diih. Gue jadi kepancing buat nyinyir disana. Emang, sejak entah kapan ini orang komennya suka bikin darah mendidih. Berasa jadi manusia paling bener aja, padahal ngomong juga masih suka sewot tanpa alasan yang jelas, bahkan untuk hal yang sepele.

Gue dengan sebelnya bilang “Its an old stuff, not a big deal, dude! Have you ever see me not using those hijab lately?“. Dan dia masih berkelit soal foto profile whatsapp gue yang gue belom ganti dengan yang berjilbab.

Haruskah gue bikin pengumuman soal gue yang udah insap menggunakan jilbab/hijab? Kalo memang gue udah nyadar diri, gue tanpa ngomong kesiapa pun bakal terus pake penutup aurat itu dan gue rasa semua orang yang ngeh akan kesadaran gue juga pasti bakal ngerti kalo gue alhamdulillah udah istiqomah untuk terus pake.

Gue bukan (lagi) orang dengan tipikal untuk sesuatu “top-up” dalam kualitas hidup, gue bikin pengumuman dan mau nggak mau pasti keliatan pamer untuk itu. Gue lately, udah jadi orang yang “biarkan aja orang lain ngeh sendiri kalo kualitas hidup gue, body and soul, udah meningkat. Toh yang ngeh adalah orang-orang yang care ke gue, selain itu, gue nggak peduli dan nggak mau ambil pusing lagi bagaimana seharusnya orang lain ngeliat gue tanpa mau tahu siapa dan bagaimana gue sebenarnya”. Beat it. Dan untuk alasan itu pula gue sebenarnya bikin ini blog. Gue pengen hanya orang yang truly-madly-deeply care ke gue aja yang menemani langkah cerita kehidupan yang gue tuliskan disini bahkan saat mereka nggak bisa ngejudge gue secara subjektif. Makasi buat temens yang udah dekat emotionally dengan gue di blog ini, thanks a lot *hug-digitally* 🙂

Setelah masih kekeuh dengan sewotnya soal foto profile gue di whatsapp, gue bilang, fine kalo elu nggak mau nambah dosa dengan ngeliat foto wanita yang elu kenal nggak pake hijab, so i block you, its a win-win solution, right (and after that gue akhirnya ganti juga itu foto. hihihi).

And for all the people (who will read this, and i dont know you before). Dont be freaked out, its just my own so honest opinion, and put a sarcastic reply on this, be my guest *wiiinnnkk* 😉

Lagu barat dimana elu nggak mau tau artinya

Posted on

Because its vulgaaaarrrrr. Hyuuh. Musiknya sih ear-catchy, tapi liriknya? Beuuh. Andaikan di translate-kan ke bahasa indonesia, anda semua pasti bakal malu mendendangkannya. Hehe.

Not saying if its really bad, karena budaya kita emang beda. Disana kalo ngomong kayak begini-begini sih udah biasa. Hehe. Tapi bakal ada saatnya kita dengerin ini lagu menghayati dengan hati. When we need to be naughty and bitchy, i guess (hey! We need a bad behaviour sometimes, dont be so naive. Imo).

And here’s the list of the song i tought have a naughty and (or) bitchy meaning :

1. Bruno mars – Locked out off a heaven.
Well, pertama kali denger (denger doank, nggak perhatiin liriknya), asyik juga musiknya. Nge-beat gimana gitu. But then, gue ngeh kalo ini lagu kayaknya cucok untuk 21++. Hahaha.

Perhatiin aja liriknya:

One, two, one, two, three

Oh, yeah, yeah,
Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!
Oh, yeah, yeah,
Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!

Never had much faith in love or miracles
Ooh!
Never wanna put my heart on the line
Ooh!
But swimming in your water is something spiritual
Ooh!
I’m born again every time you spend the night
Ooh!

‘Cause your sex takes me to paradise
Yeah, your sex takes me to paradise
And it shows, yeah, yeah, yeah

‘Cause you make me feel like I’ve been locked out of heaven
For too long, for too long
Yeah, you make me feel like I’ve been locked out of heaven
For too long, for too long

Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!
Oh, yeah, yeah,
Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!

You bring me to my knees, you make me testify
You can make a sinner change his ways
Open up your gates ’cause I can’t wait to see the light
And right there is where I wanna stay

‘Cause your sex takes me to paradise
Yeah, your sex takes me to paradise
And it shows, yeah, yeah, yeah

‘Cause you make me feel like I’ve been locked out of heaven
For too long, for too long
Yeah, you make me feel like I’ve been locked out of heaven
For too long, for too long

Oh, oh, oh, oh, yeah, yeah, yeah
Can I just stay here?
Spend the rest of my days here?
Oh, oh, oh, oh, yeah, yeah, yeah
Can’t I just stay here?
Spend the rest of my days here?

‘Cause you make me feel like I’ve been locked out of heaven
For too long, for too long
Yeah, you make me feel like I’ve been locked out of heaven
For too long, for too long

Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!
Oh, yeah, yeah,
Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!

2. N.E.R.D – She wants to move.

Enak buat ngedance ala latina kalo denger ini lagu. Tapi di salah satu liriknya yang bertuliskan “ASS” yang artinya pantat. Haha. Ini lagu emang pantes di denger manusia 21++. Hehe.

Liriknya:
Shake it up.. shake it up girl
Shake it up.. bass
Hey! Shake it up.. shake it up

She makes me think of lightning in skies
(Her name) She’s sexy!!
How else is God supposed to write
(Her name) She’s sexy!!
Move, she wants to move
But you’re hogging her, you’re guarding her
She wants to move (she wants to move)
She wants to move (she wants to move)
But you’re hogging her, you’re guarding her (damn!)

Mister! Look at your girl, she loves it!
(Look at her) I can see it in her eyes
She (come here babe) hopes this lasts forever, Hey!!

Her off beat dance makes me fantasize
(Her curves) She’s sexy!!
Her ass is a spaceship I want to ride [sound effect]
(Her ass) She’s sexy!!
Move, she wants to move
But you’re hogging her, and guarding her
She wants to move (she wants to move)
She wants to move (she wants to move)
But you’re hogging her, you’re guarding her (beat it!!)
Mister! Look at your girl, she loves it!
(I know you love it girl) I can see it in her eyes
She – hopes this lasts forever (hey) Hey!!

Ehh, this is your part girl
Uh, this is your part girl!!
(Move, she wants to move) c’mon!
OWW! (Move, she wants to move) ehh
Man (and move, she wants to move)
(Move, she wants to move)
But you’re hogging her, you’re guarding her
BEAT IT!!

Mister! Look at your girl (damn) she loves it!
(She loves) I can see it in her eyes
She – hopes this lasts forever, Hey!! c’mon
Mister! Look at your girl (look at your girl) she loves it!
(She wants it) I can see it in her eyes
She – hopes this lasts forever, Hey!!

Somebody get us some water in here!
Cause it’s HOT!
(Yo why you, why you, why you wit that fool?)
HOT y’all! Hey! Huuuhh!
(I like it when you’re wet baby) Ehh

3. Caro Emerald – A night like this.

Gue lupa gimana tepatnya ngedapetin ini lagu. Tapi Caro Emerald kayaknya jago bikin lagu yang rada ambigu kalo di maknai dalam bahasa indonesia, dibilang syur juga sebenarnya enggak sih, nggak ada kata-kata joroknya, tapi dalam makna (sejauh yang gue maknai), HOT bok. Hehe.

From where you are
You see the smoke start to arise where they play cards
And you walk over, softly moving passed the guards
The stakes are getting higher, you can feel it in your heart

He calls you bluff
He is the ace you never thought he played that much
And now it’s more than all this cards you want to touch
You never know if winning this could really be enough

Take a look beyond the moon
You’ll see the stars (mmm…)
And when you look around
You know the room by heart

I have never dreamed it
Have you ever dreamed a night like this
I cannot believe it
I may never see a night like this
When everything you think is incomplete
Starts happening when you are cheek to cheek
Could you ever dream it
I have never dreamed, dreamed a night like this

How many times
Have I been waiting by the door to hear these chimes
To hear that someone debonair has just arrived
And opened up to see my world before my eyes

That silhouette
creates an image and a night I can’t forget
It has the scent of something special, I can’t rest
If I resist temptation, oh I know for sure that I will lose the bet

I walk away and suddenly it seems
I’m not alone (mmm…)
In front of me he stands
I stop before he goes

I have never dreamed it
Have you ever dreamed a night like this
I cannot believe it
I may never see a night like this
When everything you think is incomplete
Starts happening when you are cheek to cheek
Could you ever dream it
I have never dreamed, dreamed a night like this

Mmm…
Mmm…

I have never dreamed it
Have you ever dreamed a night like this
I cannot believe it
I may never see a night like this
When everything you think is incomplete
Starts happening when you are cheek to cheek
Could you ever dream it
I have never dreamed, dreamed a night like this

4. Caro Emerald- Back it up.
Nemu lagu ini dari lagunya yang lain (a night like this). Seneng aja denger musik dari lagu ini, bikin ini pinggul pengen bergoyang, yiiiihhhaaa. Awalnya suka denger musiknya doank sih, nggak telaah liriknya. Tapi begitu ngerti liriknya, hueeee. Hehe. So bitchy!

I can’t stop shaking
The room has a groove in the floor
It’s almost earthquaking
Uhuh

Look what we’re making
History out on the floor
And it’s just awaking
Uhuh

So get that needle in the core
Scratch that back and gimme more
You know exactly what I came here for
Back it up and do it again

From the middle to the top to the end
Ba dlun dla dla doday
Ba dlun dla dla doday
Back to the middle to the front to the end
Za dlun dla dla doday
Everybody ba dlun doday
I don’t care if he’s a friend
From the front to the middle to the back to the end

Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh)
Back it up and do it again
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh, uhuh)

Gimme some of that funky
The kind that the Duke used to play
And make it more swingy
Heyey

And then give me some horny
You know the bub-pu-pa bub-pu-pa-bay
Come on, give it to me
Hmm hmm

Slam that bass and make it sing
Give those strings that rip ‘n zing
You know exactly what I came here for
Back it up and do it again

From the middle to the top to the end
Ba dlun dla dla doday
Ba dlun dla dla doday
Back to the middle to the front to the end
Za dlun dla dla doday
Everybody ba dlun doday
I don’t care if he’s a friend
From the front to the middle to the back to the end

Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh, mmm)
Back it up and do it again
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh, uhuh)

(Take me to the second break)

Uhummm
Uh uh uhuhumm

(You, you can do it again
Do do do do eh do do it again
A-again-a-a-gain-a-again…
You can do it again)

Get that needle in the core
Scratch that back and gimme more
You know exactly what I came here for
Back it up and do it again

From the middle to the top to the end (mmm)
Ba dlun dla dla doday
Ba dlun dla dla doday
Back to the middle to the front to the end
Za dlun dla dla doday
Everybody ba dlun doday
I don’t care if he’s a friend
From the front to the middle to the back to the end

Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh)
Back it up and do it again
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh, uhuh)
Back, back, back, back it up (I wanna, uhuh, uhuh)
Back it up and do it again

Uhummm…
Uh uh uhuhumm….

Hehehe. Ada nemu yang sama kayak gue? 😀

Posted from WordPress for Android

What happened in May, Stays in May – Part 2 (Anak barunya camer)

Posted on

Ini masih berkaitan tentang apa yang terjadi di bulan mei 2013. Kejadian konyol bin lucu datang dari keluarga pacar gue, yang bikin gue salah tingkah sendiri. Sumpe deh, pas ngetik ini aja masih geli gue mikirinnya. Haha.

Keluarga utama pacar gue (yang tinggal serumah), terdiri dari 2 orang tante dan orang tua mr.big.  Nah, sewaktu tadi siang gue bertandang ke rumah si pacar dengan bermaksud silaturahmi karena agaknya cukup lama gue nggak dateng berkunjung. Mumpung si pacar pulang, ada alasan lebih spesial kesana.

Setting kejadian adalah sekeluarga hadir (minus papanya mr.big) dan kami ngobrol ngalor ngidul diruang tengah sambil santap pecel yang sengaja gue bawa (ini sekalian menuhi hasrat sendiri pengen pecel). Mamanya mr.big masih kebiasaan gue panggil “tante”, sama seperti gue masih jadi temennya si mr.big. Inilah yang bikin salah satu tante (sebut aja tante A) bikin gue jadi maluuuuuw dengan berkata,”Loh? Kok masih panggil tante? Panggil mama atau ibuk donk seharusnya?” *pakesenyumnyengir.

Huahahahaha. Gue kebiasaaaaaannnn. Mamanya mr.big pun mengiyakan apa yang dikatakan si tante A, tante yang lain (sebut aja tante B) juga ikut menimpali. Maluuuuw-nya diriku. Si pacar yang sedang duduk nonton tivi pun cengar-cengir (dan gue tahu akhirnya ternyata sampe gue pulang dari rumahnya, dirinya nggak ngeh apa yang diketawain. Haha).

Gue masih seriusan memang belom terbiasa manggil ortu mr.big seperti memanggil orang tua sendiri. Masih canggung bok. Kesannya sok akrab aja gitu. Tapi karena sudah di request (dan bikin gue malu. hihi), jadi ya sepertinya gue mesti membiasakan diri.

Sorenya lagi, gue ketemu mr.big di luar dengan maksud ngantar dirinya beliin oleh-oleh untuk teman-teman kerjanya. Dan setelah ada kesempatan istirahat bentar di taman, terjadilah percakapan yang bikin muka gue jadi merah nahen malu. Hihihi.

Mr.Big : “Eh, mama punya anak baru loooohhhh” *Sambil cengengesan.

Gue : “Hah? Siapa??!” *Gue kaget donk coy.

Mr.Big : “Tadi siang dia disuruh manggil mama dirumah, tapi kepleset terus manggilnya tante” *Kali ini doi ngakak beneran begitu ngeliat muka gue ngeh doi nyindir kejadian tadi siang.

Gue jerit-jerit-unyu tapi pukul-pukul manja lengannya. Diungkit lagi deh. Haha. Parahnya, sampe dibahas dirumah bude-nya yang kebetulan berada disebelah rumahnya, dan doi akhirnya ngeh dari situ sih, dari obrolan si tante A, mama mr.big dan keluarga budenya. Ngoahahaha. Dia bahkan bilang kalo gue masih salah sebut sewaktu pamitan pulang, sambil niruin gaya gue “Pamit pulang dulu tante, eh mam”. Gue kepojok bersimbah malu, coy. Kebayang nggak sih malunya gue? Hehe.

After all, gue jadi tau kalo mereka mulai sedikit demi sedikit nerima keadaan gue yang insya allah kalo memang ada jodoh dengan anaknya, gue bakal jadi punya dua ibuk, yang satu mother dan yang satu lagi mother in law. Amin 🙂

Nb : Ada lagi sih yang masih pengen gue ceritain berkaitan dengan mei 2013. Tapi insya allah besok aja wis, udah larut, saatnya bobok cantik *cwiiiw 😉

What happened in May, Stays in May – Part 1 (HBD WYATB)

Posted on

Tinggal 9 hari lagi mei berlalu, beb. Segala gegap gempita yang dipersiapkan orang-orang terkasih gue satu demi satu sudah gue terima tanpa kekurangan satu pun. Duileee, bahasa gue. Haha.

Iya, mei adalah bulan yang gue tunggu-tunggu diantara 11 bulan yang lain. Karena dibulan ini gue jadi pusat perhatian dari orang-orang yang peduli sangat ke gue, terutama di tanggal 12 sebagai hari kelahiran gue. Meski nggak ngarep puuuooooll freaky, nyatanya tiap tahun ada saja sentuhan kasih yang gue terima atas dasar “Happy Birthday“.

Tahun ini boleh gue bilang agaknya cukup unik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya gue mematikan notifikasi ulang tahun gue di salah satu media yang pastinya bikin semua orang yang gue kenal di media itu “ngeh” kalo gue lagi ada event, plus gue mematikan salah satu fitur (sebut aja wall, its facebook, dude) sehingga mereka nggak bisa memberi ucapan. Gue ngambek kah? Kagak. Matter fact, gue happy sampe ke ubun-ubun karena masih ada orang yang inget ulang tahun gue meski segala alert udah gue matikan.

Rasanya seperti menyaring butiran pasir dan hanya menemukan serpihan emas. Its something precious! Orang mengingat hari dimana gue having a first chance to be their friend few years later and scratch memory together. Dari tindakan gue diatas, gue bukannya nggak mau di ucapin selamat dan juga doa buat gue. Dari pengalaman gue, orang-orang di media yang gue sebutkan, dari 500an orang, cuma beberapa aja yang dekat dengan gue, lainnya hanya sekedar kenal karena urusan pendidikan / “acquaintance“. Oleh karena itu, ucapan mereka juga terkadang “cuma sekedar” ucapan. Nggak jarang juga malah bikin gue jengkel sendiri! Why??? Pernah nggak liat fenomena ngucapin doa dan selamat ulang tahun ke yang bersangkutan cuma dengan singkatan? HBD WYATB?? What the hell is that, ha??!! Gue ngerti sih maksudnya : HBD WYATB = Happy Birthday, Wish You All The Best. Gue ngerti, sangat. Tapi menurut gue mending nggak usah di ungkapin! Kesannya nggak ikhlas banget, nothing is personally. Seakan-akan yang mengirimkan itu cuma sekedar text robot, ucapin aja itu doa dalam hati, toh tuhan juga denger.

No offense buat yang sering begini, suka-suka elu lah. But when it comes to me? Gue anggap itu nggak sopan. In my own opinion nih, kalo cuma sekedar kenalan dan cara elu ngucapin masih kayak spam begitu, mending nggak usah diselamati juga nggak masalah, toh mereka udah punya orang-orang spesial. Iya gue ngerti, niatnya emang baek, tapi kalo yang nerima justru jengkel gimana? Sekali lagi, cukup doa dalem hati. Budaya doa sambil pamer itu nggak baek, beb.

Back to other topic, masih berkaitan dengan mei dan berkaitan juga dengan mr.big. Keluarganya sih tepatnya, ibunya lebih tepatnya lagiih. Cerita konyol binti bikin gue terharu. Hehe. Lanjut di part 2 wae lah, kepanjangan ini postnya *ngikik. 😆

Pengorbanan buat gue (part2/end)

Posted on

Weeeeks. Kok gue agak nggak rela yah mencantumkan kata end di judul postingan gue yang ini. Hehe. Kesannya habis ini si mr.big nggak mau berkorban lagi gitu ke gue, the end. Haha. Yah, maksud gue the end cerita pengorbanannya bulan mei di tahun ini. Semoga masih ada pengorbanan berbuah kejutan manis buat gue, hope so 🙂

Ceritanyaaaaahhh, begitu ketemu hari selasa (doi nyampe rumah hari senin), gue langsung bales dendam dan diapun nunut aja dengan apa yang udah gue ancem sewaktu doi masih di perjalanan : CUBIT! Gue saking gemesnya cubit pipinya keras-keras, eh gue yang mewek. Haha. Dia cuma cengengesan aja elus-elus pipinya yang pastinya sakit (keliatan merah ya? Kagak, doi kan item tarakdungces *ngoahahaha).

Perasaan gue campur aduk, antara terharu, bahagia, seneng bukan main, takjub sampe masih kesel sama kelakuan konyolnya yang doi banggakan. Dan gue dengan mata masih berkaca-kaca nggak mampu buat ikutan nyengir setiap kali pandangi senyumnya. Bikin meleleh ceu! Hehe.

Mungkin ada semenit gue menatap dirinya setelah gue bully dirinya dengan cubitan. Gue kangen. Dirinya yang ngerti gue tatap gitu berkata sambil nyengir “Udah kan kadonya?”. Hahaha. Uwooohhh beibii. I am speechless dibuatnya 😳

Gue diajak makan ditempat biasa kami nongkrong. Well, makan-makan cuma side dish-nya, kebanyakan ya ngobrol dan kangen-kangenan. Banyak yang kami obrolkan, dan diantaranya soal sesuatu yang agaknya nggak enak diomongin via telpon (enak sih menurut gue, tapi rasanya kurang nendang), apalagi kalo bukan soal pernikahan dan rumah tangga. Mulai dari A sampe Z kami mencoba untuk menyamakan presepsi (but then i found we already in the same track, yeaaaayy), dari mulai rencana sebelum nikah, gimana kerjaan ntar, soal keuangan sampe soal anak. Ngoahahaha. Yang soal terakhir, its too early for us i guess. Tapi kami nyante aja dan rasanya terlarut dalam omongan soal itu (dan seringnya berakhir dengan kata-kata dia “Gampaaanng, kan entar emaknya yang ajarin”. Haha).

Dan minggu depan dia pulang, balik ke pulau tempatnya bekerja. Dan kondisi kami balik lagi kayak sebelumnya, LDR. Gue nggak tau bakal berapa lama lagi kayak gini, setahun? Dua tahun? Gue cuma bisa berharap, tahun depan dapet kejutan manis lagi (sebagai seorang calon nyonya. haha), atau 2-3 tahun ke depan dapet early breakfast in bed birthday suprise. Ngoahahaha *ngarep.tapi.ammmiinn* 😆